Saturday, May 9, 2015

Masjid Baitul Zafir, Petir, Tangerang

Bagi sahabat mushalli yang melakukan perjalanan dari Cengkareng, Duri Kosambi, Rawa Buaya, dan sekitarnya menuju daerah Petir, Pondok Bahar Permai, ataupun Green Lake City dan sekitarnya ataupun arah sebaliknya yang melewati Jl. KH. Ahmad Dahlan, bisa menemukan sebuah masjid yang nyaman untuk bersinggah dan melaksanakan shalat berjam'ah.









Namanya Masjid Baitul Zafir. Letak masjid ini berada di mulut Perum Griya Permata, Petir, Tangerang. Kalau sahabat mushalli dari arah Cengkareng, posisi masjid ini ada di sebelah kanan jalan. Patokannya, di sebelah kiri ada lapangan futsal, lantas ambil kanan menyeberangi jembatan mendekati pintu masuk Perum Griya Permata. Masjid berada di sisi kiri jalan masuk Perum Griya Permata. Di sisi kanan jalan masuk Perum Griya Permata ada Alfamart yang berjajar persis dengan Indomart. Adanya dua minimarket yang berjajaran ini cukup membantu sebagai patokan, karena sependek pengamatan kami, hanya ada satu lokasi di daerah sini di mana dua minimarket tersebut berada persis bersebelahan.



Secara umum masjid bisa dibilang bersih, rapi, dan nyaman dengan ruang shalat yang dilengkapi AC dan pintu yang tertutup. Karpet di beberapa shaf awal juga sangat bersih. Lantai keramiknya pun juga bersih dan nyaman untuk shalat di atasnya. Pencahayaan juga bagus. Tempat shalat wanita ada di sayap kiri belakang dengan pembatas semi permanen. Tersedia juga sarung dan mukena di lemari yang terletak di belakang tempat shalat Akhwat (wanita).






Sayangnya posisi tempat wudhu dan toilet berada di belakang masjid (sisi arah kiblat) sehingga agak merepotkan. Untuk tempat wudhu dan toilet Ikhwan (laki-laki) lewat sayap kanan masjid, sedangkan untuk tempat wudhu dan toilet Akhwat (wanita) lewat sayap kiri masjid. Kebersihan keduanya lumayan walaupun juga perlu mendapat perhatian lebih dari pengurusnya demi kenyamanan jama'ah.






Untuk parkiran, sangat luas baik untuk mobil dan motor. Karena tidak adanya penjaga parkir, tidak ada salahnya mengunci ganda kendaraan, atau kalau mau lebih aman, dapat parkir di parkiran minimarket (ruko) yang ada penjaga parkirnya.



Secara keseluruhan, masjid ini sangat layak untuk menjadi tempat istirahat kita saat melakukan perjalanan, baik berangkat / pulang kerja, silaturahmi, ataupun keperluan lainnya. Ya, istirahat, istirahat dengan shalat.

Sekian Shalat Di Mana? kali ini, semoga membantu sahabat mushalli sekalian menemukan masjid dan mendirikan shalat.

Fenomena AC Masjid

Kali ini Shalat Di Mana? akan membahas salah satu fenomena menarik akhir-akhir ini terkait dengan masjid.

Saat ini semakin banyak masjid (termasuk di dalamnya Masjid Jami', Masjid Raya, ataupun Musholla) yang memakai AC sebagai pendingin ruangan. Kalau dulu hanya dengan kipas angin dengan berbagai macam modelnya sebagai penyejuk ruangan, sekarang banyak masjid yang memakai AC juga dengan berbagai macam dan modelnya untuk menghadirkan kesejukan di ruang shalat. Terlepas dari efek AC yang sedikit banyak memberikan efek penipisan lapisan ozon, toh masih jauh lebih banyak tempat-tempat hiburan yang tidak jelas yang menggunakan AC dengan kapasitas yang jauh lebih besar, adanya AC di masjid memberikan banyak efek positif.

Musholla Baitul Mamoer, TipTop Swalayan, Ciputat, Tangsel

Pertama, membuat jama'ah wemakin nyaman. Memang zaman RasuluLLAH SAW dan zaman setelahnya dulu masjid tidak ada yang pakai AC. Jangankan AC, bangunan masjid pun masih seadanya. Pun begitu, tidak ada salahnya juga membuat masjid menjadi sejuk dan nyaman. Dengan kenyamanan ini diharapkan semangat beribadah ke masjid menjadi bertambah, yang sudah rajin ke masjid menjadi semakin istiqomah, dan memudahkan kita untuk lebih khusyuk dalam mendekatkan diri kepada ALLAH SWT.

Masjid Baitul Zafir, Jl. Kyai H. Ahmad Dahlan, Petir, Tangerang

Kedua, menarik jama'ah baru. Beberapa alasan dikemukakan orang untuk menolak ajakan shalat berjama'ah di masjid. Mulai dari baju yang kotor, 'nanti aja sekalian pulang', biasanya shalat di masjid yang lain, tanggung, sampai kepada alasan masjid-nya kotor dan bau. Nah, dengan adanya AC di dalam masjid, kondisi masjid jauh lebih bersih dan nyaman. Biasanya, masjid yang menggunakan AC kondisinya sangat terawat secara keseluruhan, mulai dari parkiran, toilet, tempat wudhu, selasar, hingga ke ruang shalat itu sendiri. Dengan kondisi masjid yang demikian, akan menambah alasan bagi kita untuk mengajak saudara-saudara kita yang belum menyadari pentingnya shalat berjama'ah di masjid.

Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jl. Otista Raya, Jaktim

Ketiga, salah satu tanda pengelolaan kas masjid yang baik. Hal ini bukan berarti masjid yang tidak menggunakan AC lantas pengelolaannya kas masjid-nya tidak baik, karena kebutuhan dan karakteristik masjid yang berbeda-beda. Ada masjid yang mengusung konsep terbuka,  seperti Masjid Ukhuwah Islamiyah di UI Depok ataupun Masjid Puri Cinere yang justru tidak akan efektif kalau dipasang AC. Masih banyak indikator-indikator lain yang menandakan pengelolaan kas masjid yang baik, dan pemasangan AC ini hanyalah salah satunya saja. Kenapa? Pemasangan AC membutuhkan biaya yang besar. Untuk ruang shalat berukuran 10 × 10 meter, setidaknya membutuhkan 4 unit AC berkapasitas 1,5 atau 2 PK. Dengan begitu, minimal kita tahu, dana infaq masjid dibelanjakan kemana.

Musholla Himmatul A'la, Jl. Radio Dalam Raya, Jaksel

Keempat, peluang waqaf baru. Selama ini umat Islam sudah mulai berlomba-lomba untuk mewaqafkan hartanya. Tapi sayangnya pemahaman tentang waqaf dan shadaqah jariyyah masih sangat terbatas, sehingga yang dianggap pahalanya terus mengalir adalah barang yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan shalat ataupun pengajian. Dan yang paling umum dijadikan waqaf adalah sajadah dan Al Qur'an. Kalau kita perhatikan di beberapa masjid ada sajadah yang jumlahnya melebihi kapasitas masjid (dalam kondisi lipatan atau tergulung) atau Al Qur'an yang juga bertumpuk rapi di rak yang jumlahnya berkali lipat dari jumlah jama'ah tetap dan kadang rak-nya terkunci. Bahkan di beberapa masjid, sajadah imam-nya sampai bertumpuk 5 atau 6 lembar. Dengan adanya fenomena AC di masjid ini, membuka peluang baru bagi para muwaqif yaitu dengan mewaqafkan AC untuk masjid sekaligus membantu biaya listrik tiap bulannya, karena toh AC juga bersentuhan langsung dengan pelaksanaan ibadah di dalam masjid.

Masjid Al Bilad, Perumahan Taman Kenari Nusantara, Cileungsi

Pemasangan AC sebagai pendingin di masjid-masjid layak diapresiasi sebagai langkah maju membuat masjid lebih nyaman bagi para jama'ah. Semakin banyaknya jama'ah masjid menandakan semakin dekatnya kebangkitan umat Islam. Untuk itu, usaha-usaha menuju ke arah sana harus terus dilakukan dan diperjuangkan. Masih banyak yang bisa dilakukan untuk menarik jama'ah untuk kembali ke masjid. Mengadakan pengajian rutin, acara-acara seperti bazar, snack setelah shalat Shubuh, dan lainnya, dimana itu semua juga tentunya menjadi ladang pahala bagi kita kalau kita mau mengerjakannya. Akhirul kalam, Fastabiqul khairat. Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan.

Tuesday, May 5, 2015

Musholla Carrefour, Jl. M.T. Haryono, Pengadegan, Jaksel

Nah, bagi sahabat Mushalli yang kebetulan melintasi Jl. MT. Haryono, Pengadegan, Jakarta Selatan (sebagian di Jakarta Timur) dari arah Halim menuju Pancoran, Kuningan, dst., dan mengetahui bahwa sudah / akan masuk waktu shalat, tidak memiliki banyak pilihan untuk shalat berjama'ah di masjid ataupun musholla. Sebuah Masjid di daerah Cikoko (sebelum Pancoran) bisa menjadi salah satu pilihan. Ada juga masjid di belakang Menara Saidah atau Lakespra, di jalan tembus menuju Kalibata. Selain itu? Tidak banyak pilihan, dan Musholla di dalam Carrefour MT. Haryono menjadi salah satu dari sedikit pilihan tersebut. Informasi ini juga ditujukan bagi sahabat mushalli yang sedang berbelanja di Carrefour ini.


Musholla tersebut terletak di dalam gedung Carrefour, tepatnya di Basement 1. Kalau dari pintu masuk utama Carrefour langsung masuk ke lorong menuju Basement di sebelah kanan (setelah eskalator). Sesampainya di parkiran Basement langsung ke kanan, lurus aja sekitar 20 meter, Musholla di sebelah kanan. Sebelum musholla juga ada toilet. Motor bisa kita parkir di parkiran basement, sedangkan mobil bisa di parkiran utama di depan gedung atau bisa juga di basement.



Di depan musholla ada tempat duduk untuk melepas sepatu. Ada juga rak sepatu untuk menaruh sepatu /sandal kita. Karena tidaka ada penjaganya, keamanan barang-barang patut dipertanyakan. Lebih baik menyiapkan kantong plastik untuk menyimpan sepatu/sandal kita, untuk kemudian kita bawa ke ruang shalat.


Tempat wudhu ada di dalam musholla. Area shalat tidak terlalu luas, tapi dipisahkan antara muholla pria dan mushola wanita. Pendingin dalam ruang shalat menggunakan kipas angin, cukuplah untuk menghilangkan hawa panas di area parkiran basement. AC terpasang tapi kondisinya sangat memprihatinkan. Kelebihannya, ada beberapa sarung yang bisa digunakan untuk shalat apabila kita merasa celana yang kita gunakan meragukan kesuciannya.









Sangat disayangkan, pusat perbelanjaan sebesar Carrefour kurang memperhatikan kebersihan dan perawatan musholla-nya. Tapi, meskipun demikian, tak apalah dengan kondisi demikian, yg penting kita bisa menunaikan shalat berjama'ah pada waktunya.

Sekian Shalat Di Mana ? kali ini yang juga merupakan ulasan kedua tempat shalat di pusat perbelanjaan.

Saturday, May 2, 2015

Masjid Ar Rahmah, Jl. Pahlawan, Rempoa, Jakarta Selatan

Sahabat mushalli yang dari arah Ciputat ingin ke arah Kebayoran ataupun Tanah Kusir dan sebaliknya, bisa mengambil jalan pintas lewat Jalan Pahlawan (belok kiri persis setelah UIN). Nah, sekitar 500 meter dari mulut jalan, sebelah kanan jalan ada masjid. Ketika kita berada di sekitaran UIN dan mendengar adzan berkumandang, kita bisa saja shalat di Masjid UIN. Tapi kalau posisi kita ada di seberang masjid dan membawa kendaraan, bisa jadi agak repot kl harus putar balik. Nah, masjid Ar Rahmah, Jl. Pahlawan, Rempoa ini bisa menjadi pilihan untuk menunaikan shalat berjama'ah.







Parkiran masjid ini sangat luas. Petugas parkir masjid juga ramah dan cekatan. Parkiran mobil langsung di sebelah kiri setelah masuk pintu gerbang (di sisi samping kiri masjid). Parkiran motor bisa langsung lurus setelah masuk gerbang masjid (sisi belakang masjid).





Selasar masjid luas dan bersih, sangat nyaman kalau ingin beristirahat sambil menunggu waktu shalat atau setelah shalat dan akan berangkat kembali.
Tempat wudhu ada di sisi kiri dari masjid (sebelah dalam parkiran mobil). Toilet terhitung bersih untuk ukuran masjid yang sudah cukup berumur ini.





Ruang shalat luas dan nyaman. Ventilasi sangat baik, ditambah lagi dengan beberapa kipas angin atas yang membuat hawa di dalam masjid menjadi sangat sejuk walaupun di siang hari. Tempat shalat wanita ada di sisi belakang kanan masjid yang dipisahkan dengan sekat semi permanen.



Jarak waktu antara adzan dan iqomah cukup panjang sehingga kita tidak perlu terburu-buru bila ternyata ketika sampai di masjid ini pada saat adzan sudah berkumandang.

Pada akhirnya, sesibuk apapun urusan kita, jangan korbankan urusan akhirat hanya demi urusan dunia kita. Dirikanlah shalat, shalat berjama'ah bersama saudara muslim lainnya.

Sekian Shalat Di Mana? kali ini, semoga bermanfaat....